umumnya, orang yang bawa ransel meletakannya di belakang (punggung) bukan di depan (dada). Tapi saya termasuk orang yang selalu meletakkan ransel di bagian depan. Makanya suka dikomentarin, "pake ransel di belakang bu, bukan di depan," atau yang lebih parah lagi "buat nutupin kehamilan yah?"
enggak tahu yah, kayaknya lebih nyaman aja bawa ransel dengan posisi di depan. bisa jadi ini kebiasaan yang terbawa sejak masal liputan di lapangan dulu. waktu jaman marak aksi kerusuhan dan demo di jalan-jalan. sebagai reporter lapangan yang sering meliput aksi di jalan, ransel menjadi pilihan karena praktis bisa muat apa ajah.
kenapa lebih senang meletakkan ransel di posisi depan (dada) pertimbangannya juga untuk kemudahan. kalau perlu sesuatu tinggal sreettt ... tarik restsleting tanpa harus membolak balik dari punggung ke depan, trus langsung deh bisa ngambil pena, notes, hp atau tape recorder, kalo dihubungi studio buat laporan juga, dering hp lebih mudah terdengar kalo ranselnya di posisi depan. apalagi kalo pas liputan demo terjadi bentrokan ... ransel di depan bisa bermanfaat buat perlindungan badan.
tapi sebenarnya ada yang paling penting kenapa saya terbiasa bawa ransel di posisi depan. yaitu, meminimalisasi kemungkinan menjadi korban pencopetan, karena dulu kalu liputan masih turun naek bis kota jakarta yang rawan copet, apalagi saat liputan di jalan yang kadang harus berada di tengah kerumunan orang.
dan sepertinya, alasan sindrom takut kecopetan yang masih berlaku kenapa saya masih suka bawa ransel dan meletakkannya di posisi depan, karena sampai sekarang masih turun naek bis. bukan apa-apa, kalau udah kecopetan, paling males ngurus surat-surat penting yang ikut hilang dicopet, kayak KTP, kartu ATM dan sebangsanya.