Tuesday, March 3, 2009

Ransel dan Sindrom Kecopetan


umumnya, orang yang bawa ransel meletakannya di belakang (punggung) bukan di depan (dada). Tapi saya termasuk orang yang selalu meletakkan ransel di bagian depan. Makanya suka dikomentarin, "pake ransel di belakang bu, bukan di depan," atau yang lebih parah lagi "buat nutupin kehamilan yah?"


enggak tahu yah, kayaknya lebih nyaman aja bawa ransel dengan posisi di depan. bisa jadi ini kebiasaan yang terbawa sejak masal liputan di lapangan dulu. waktu jaman marak aksi kerusuhan dan demo di jalan-jalan. sebagai reporter lapangan yang sering meliput aksi di jalan, ransel menjadi pilihan karena praktis bisa muat apa ajah.

kenapa lebih senang meletakkan ransel di posisi depan (dada) pertimbangannya juga untuk kemudahan. kalau perlu sesuatu tinggal sreettt ... tarik restsleting tanpa harus membolak balik dari punggung ke depan, trus langsung deh bisa ngambil pena, notes, hp atau tape recorder, kalo dihubungi studio buat laporan juga, dering hp lebih mudah terdengar kalo ranselnya di posisi depan. apalagi kalo pas liputan demo terjadi bentrokan ... ransel di depan bisa bermanfaat buat perlindungan badan.

tapi sebenarnya ada yang paling penting kenapa saya terbiasa bawa ransel di posisi depan. yaitu, meminimalisasi kemungkinan menjadi korban pencopetan, karena dulu kalu liputan masih turun naek bis kota jakarta yang rawan copet, apalagi saat liputan di jalan yang kadang harus berada di tengah kerumunan orang.

dan sepertinya, alasan sindrom takut kecopetan yang masih berlaku kenapa saya masih suka bawa ransel dan meletakkannya di posisi depan, karena sampai sekarang masih turun naek bis. bukan apa-apa, kalau udah kecopetan, paling males ngurus surat-surat penting yang ikut hilang dicopet, kayak KTP, kartu ATM dan sebangsanya.

Monday, March 2, 2009

Ampun Deh !

sikap antipati dan fanatisme berlebihan, kadang membutakan mata hati kita terhadap kebaikan yang dilakukan orang lain. alih-alih mencontoh perilaku yang baik, kita malah terjebak dalam sikap chauvinism.

bagi saya, kita bisa mencontoh keletadanan dari siapa saja tanpa melihat latar belakang agama dan etnisnya. jadi, saya mengagumi Ahmadinejad semata-mata karena saya mengaggumi kesederhanaan, kecerdasan. kerelijiusan dan keberaniannya sebagai pemimpin negara. bukan karena latar belakang etnis atau keyakinannya.

apakah kalau saya mencontoh sikap yang baik dari seseorang maka dengan serta merta saya menjadi bagian dari sebuah ke
yakinan tertentu? kenapa yah, orang begitu mudah mengkafir-kafirkan orang lain.

duh baru kali ini, berdebat di milis, ketemu orang yang melempar argumen, begitu diminta penjelasan malah nulis, "kopi darat ajah, lagi males ngetik !" 


Ampun deh ......


*liat bunga sambil tersenyum miris (bukan manis ..)





Sunday, March 1, 2009

Keajaiban Itu Benar-Benar Terjadi ...


Banyak kisah ajaib yang tersisa dari Tanah Suci Palestina setelah pasukan Zionis-Israel menderita kekalahan luar biasa, pertengahan Januari lalu.

Ahad kemarin (1/3), Eramuslim bertemu dengan seorang dokter dari sebuah LSM kesehatan di Indonesia yang berhasil menembus kota Gaza akhir Desember 2008 hingga pertengahan Januari 2009.

Dalam pertemuan yang dilakukan di Bogor, dokter tersebut mengisahkan banyak sekali kejadian-kejadian yang tidak masuk dalam akal manusia namun sungguh-sungguh terjadi, di mana dengan senjata seadanya, HAMAS mampu mengalahkan pasukan Israeli Defenses Forces (IDF) yang konon dianggap sebagai pasukan paling hebat di dunia mengalahkan SAS Inggris dan Korps Marinir Amerika Serikat. Hal ini kian memperkuat keyakinan jika Allah SWT berada di belakang HAMAS. Dan tentu saja, iblis berada di belakang Zionis-Israel.

Apa saja keajaiban yang disaksikan langsung oleh dokter yang berhasil menembus Gaza itu? selengkapnya di www.eramuslim.com