siapa yang bisa membendung datangnya rindu
ia datang tanpa dijemput, pergi tanpa diantar
dan rindu itu tiba-tiba datang
bersama angin di musim hujan
menyemai setitik harap
yang hampir membenam oleh rutinitas
yang melelahkan ...
email itu mengobarkan bara rindu
yang belum padam sempurna
mengobarkan kembali setitik kecil api
yang hangatnya menyesap ke seluruh ruang hati
bahkan terasa sampai ke sumsum tulang
aku betul-betul merindukannya
rindu serindu-rindunya
kesanakah kakiku kan melangkah lagi?
Cibubur, 28 Januari
ditengah galau hati
sendu.
ReplyDeletekalo masih ada asa kenapa harus kau pendam rasa...
ReplyDeletesampaikan rindumu padanya mba :)
ReplyDeletelike this...
ReplyDelete