Showing posts with label curcol. Show all posts
Showing posts with label curcol. Show all posts

Wednesday, December 2, 2009

Sayang .... Aku Bukan Dia ....


Baca status temen di fb soal belajar piano. Jadi keingetan, sejak kecil saya juga pengen banget bisa maen piano. Entah kenapa, alat musik yang satu ini membuat saya kesengsem, seneng banget mendengar dentingan suara dari piano. Tapi keinginan itu cuma bisa dipendam, karena buat keluarga saya, piano dan belajar piano itu sebuah kemewahan yang tidak terjangkau.

Tapi hasrat bahwa suatu saat kelak saya akan belajar memainkan tuts papan nada berwarna hitam putih itu tetap ada dan menggebu lagi puluhan tahun kemudian,  saat melihat sahabat lama saya Flora, yang kini entah dimana, bisa memainkan piano. Akhirnya ikhlas menguras tabungan buat beli keyboard standard merk Yamaha dan mendaftarkan diri ke sebuah tempat kursus. Ngambil kursus keyboard bukan piano klasik, dengan pertimbangan nantinya bisa main keyboard dan teknik piano juga, asal bukan lagu klasik ( kayaknya gak kuat juga belajar lagu klasik dalam usia menjelang uzur, hehehe...)

Meski harus pontang-panting, dari tempat kerja ke tempat kursus, dijabanin juga deh. Apalagi guru lesnya masih muda, cakep (tampangnya gak kalah sama pemaen sinetron), baeeekkk lagi. Namanya Wisnu (hah, masih inget, mudah2an dia baca tulisan ini ... hihihi). Enaknya, sama pak guru itu, lesnya bisa nego, kalo bosen belajar teknik keyboard, saya bisa minta belajar teknik piano lagu-lagu pop. Cuma paling sebel, kalo dah dikasih lagu yang chordnya ruwet, bisa berminggu-minggu baru dinyatakan lulus dan baru boleh pindah ke lagu laen. capeeek deh ....

Dalam satu kelas, sayalah yang paling tua. temen-temen saya anak-anak SD sampai SMA. Tapi belakangan, ada juga bapak-bapak paroh baya yang ikut belajar. Yang namanya belajar, memang tak perlu mikirin usia ya ... hayuuuk aja.

Tapi, yang penting dari belajar adalah, setelah niat harus istiqomah. Kalau enggak, nasibnya mungkin akan seperti saya. Karena terkena penyakit komplikasi pekerjaan yang bikin pulang malem dan a little bit boring, jadi keseringan gak masuk, akhirnya bener-bener mandeg. Jadi, meski belajarnya dah lumayan sampe level empat, jangan harap saya bisa main keyboard atau piano kayak Yovie Widiyanto atau Richard Clayderman. Soalnya, yang masih nyangkut di memori saya cuma kunci, C, F, G, Gm, no more ....

pianooo, mari mari .... *lagu dangdut bang Oma jaman dulu ...